Latest Post
Home » Posts filed under Wonogiri
Showing posts with label Wonogiri. Show all posts
Showing posts with label Wonogiri. Show all posts
21:01
Wonogiri – Pernahkah anda makan bakso dengan bentuk selain bulat? Di Wonogiri tepatnya di Kecamatan Pracimantoro ada sebuah warung bakso yang menyajikan bakso dengan bentuk yang unik. Sajian bakso yang lain ketimbang biasanya, yaitu berbentuk kubus atau kotak.
Menu bakso kotak bisa dijumpai di daerah Pracimantoro, Wonogiri. Tepatnya di pinggir jalan raya Pracimantoro – Giriwoyo, kilometer 3, Desa Sambiroto, Pracimantoro. Warung bakso tersebut diberi nama “Bakso Kotak Daging Sapi Cah Praci 2″.
“Dinamakan Cah Praci 2, sebab ini adalah cabangnya. Pusatnya di Sumber, Banjarsari, Solo, namanya Bakso Kotak Cah Praci. Memang asli bikinan warga asal Pracimantoro, Wonogiri,” ujar Didik (50), pemilik bakso kotak.
Awal mula pemikiran pembuatan bakso berbentuk kotak, menurut Didik, adalah rasa bosan atas bentuk yang selama ini beredar, yakni bulat. Oleh karena itu timbulah ide untuk membuat bakso dengan bentuk kotak atau persegi ini..
Ternyata, menu bakso kotak bikinannya laris-manis diserbu pelanggan. Banyak pelanggan datang setiap hari di warung Praci yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. “Bakso buatan kami juga dijamin bebas boraks dan formalin. Sudah dibuktikan dengan sertifikat yang kami punyai,” jelasnya.
Sertifikat yang dimaksud dikeluarkan UPT Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Solo bekerjasama dengan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Fotokopi sertifikat dia pajang di dinding warung, baik di Pracimantoro maupun di Solo.
Salah satu pembeli, Ayu Abriyani, penduduk Manahan, Solo mengaku baru kali pertama merasakan sensasi bakso berbentuk kotak ketika berada di Pracimantoro. Disebutkan, tekstur baksonya pas, tidak terlalu ulet dan tidak juga lembek dan tidak mengandung boraks atau formalin.
Mencicipi bakso kotak Wonogiri
Written By Ardy on Sunday, March 24, 2013 | 21:01
Wonogiri – Pernahkah anda makan bakso dengan bentuk selain bulat? Di Wonogiri tepatnya di Kecamatan Pracimantoro ada sebuah warung bakso yang menyajikan bakso dengan bentuk yang unik. Sajian bakso yang lain ketimbang biasanya, yaitu berbentuk kubus atau kotak.
Menu bakso kotak bisa dijumpai di daerah Pracimantoro, Wonogiri. Tepatnya di pinggir jalan raya Pracimantoro – Giriwoyo, kilometer 3, Desa Sambiroto, Pracimantoro. Warung bakso tersebut diberi nama “Bakso Kotak Daging Sapi Cah Praci 2″.
“Dinamakan Cah Praci 2, sebab ini adalah cabangnya. Pusatnya di Sumber, Banjarsari, Solo, namanya Bakso Kotak Cah Praci. Memang asli bikinan warga asal Pracimantoro, Wonogiri,” ujar Didik (50), pemilik bakso kotak.
Awal mula pemikiran pembuatan bakso berbentuk kotak, menurut Didik, adalah rasa bosan atas bentuk yang selama ini beredar, yakni bulat. Oleh karena itu timbulah ide untuk membuat bakso dengan bentuk kotak atau persegi ini..
Ternyata, menu bakso kotak bikinannya laris-manis diserbu pelanggan. Banyak pelanggan datang setiap hari di warung Praci yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. “Bakso buatan kami juga dijamin bebas boraks dan formalin. Sudah dibuktikan dengan sertifikat yang kami punyai,” jelasnya.
Sertifikat yang dimaksud dikeluarkan UPT Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Solo bekerjasama dengan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Fotokopi sertifikat dia pajang di dinding warung, baik di Pracimantoro maupun di Solo.
Salah satu pembeli, Ayu Abriyani, penduduk Manahan, Solo mengaku baru kali pertama merasakan sensasi bakso berbentuk kotak ketika berada di Pracimantoro. Disebutkan, tekstur baksonya pas, tidak terlalu ulet dan tidak juga lembek dan tidak mengandung boraks atau formalin.
Jika anda bosan dengan bentuk bakso yang itu-itu saja, tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke Wonogiri dan mencicipi kedahsyatan bakso kotak tersebut.
20:46
Fenomena menakjubkan "Halo Matahari" di Wonogiri
Wonogiri - Pada hari Minggu 24 Maret 2013, masyarakat Wonogiri dibuat takjub oleh fenomena alam unik dan aneh. Mereka menengadahkan muka dan melihat ke arah langit, dimana fenomena tersebut terjadi. Beberapa warga terlihat sibuk mengabadikan peristiwa yang dianggap langka itu.
Matahari di atas langit Wonogiri, terlihat dikelilingi cahaya putih. Bentuk cahaya itu melingkar dan bulat sempurna.
“Halo matahari. Itu halo matahari,” ujar Parwoto (48), warga Baturetno sambil memberitahu teman-temannya. Seketika, belasan pria paruh baya yang sebelumnya bercengkerama di dalam pos kamling, berhamburan keluar. Mereka penasaran dengan ucapan Parwoto dan terlihat takjub begitu menyaksikan fenomena halo matahari itu.
Kemunculan halo matahari, juga terlihat dengan mata telanjang di wilayah Kecamatan Batuwarno. Sri Pamulatsih (36) menuturkan, matahari tampak dikelilingi cahaya putih ketika jam menunjukkan pukul 11.45 WIB. Dan selang satu jam kemudian masih saja kelihatan, meski semakin samar tertutup pergerakan awan.
“Unik, Mas. Kalau bulan sering terlihat dikelilingi cahaya putih juga. Tapi matahari, seumur-umur baru kali ini melihatnya seperti itu,” jelas dirinya sembari mengabadikannya menggunakan kamera handphone.
Hanung Kristyawan, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta mengatakan, fenomena halo matahari sering pula disebut cincin matahari. Dan sebenarnya merupakan kejadian alam biasa. Namun, lantaran jarang sekali tejadi, masyarakat menganggapnya unik dan menarik.
“Menurut penjelasan dari profesor Sudibyakto (Prof. Dr. Sudibyakto,pakar iklim UGM - Red) yang pernah saya baca di sebuah literatur, penyebab terjadinya fenomena halo matahari adalah tertutupnya sinar matahari oleh partikel air yang ada di atmoster. Nah, partikel itulah yang membiaskan cahaya matahari sehingga tampak seperti cincin,” terang dirinya.
Menurut Hanung, musim hujan seperti ini sangat berpotensi terjadi fenomena halo matahari. Sebab banyak uap air naik ke atmosfer. Partikel dari uap air tersebut kemudian memantulkan cahaya matahari hingga terlihat indah.
Matahari di atas langit Wonogiri, terlihat dikelilingi cahaya putih. Bentuk cahaya itu melingkar dan bulat sempurna.
“Halo matahari. Itu halo matahari,” ujar Parwoto (48), warga Baturetno sambil memberitahu teman-temannya. Seketika, belasan pria paruh baya yang sebelumnya bercengkerama di dalam pos kamling, berhamburan keluar. Mereka penasaran dengan ucapan Parwoto dan terlihat takjub begitu menyaksikan fenomena halo matahari itu.
Kemunculan halo matahari, juga terlihat dengan mata telanjang di wilayah Kecamatan Batuwarno. Sri Pamulatsih (36) menuturkan, matahari tampak dikelilingi cahaya putih ketika jam menunjukkan pukul 11.45 WIB. Dan selang satu jam kemudian masih saja kelihatan, meski semakin samar tertutup pergerakan awan.
“Unik, Mas. Kalau bulan sering terlihat dikelilingi cahaya putih juga. Tapi matahari, seumur-umur baru kali ini melihatnya seperti itu,” jelas dirinya sembari mengabadikannya menggunakan kamera handphone.
Hanung Kristyawan, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta mengatakan, fenomena halo matahari sering pula disebut cincin matahari. Dan sebenarnya merupakan kejadian alam biasa. Namun, lantaran jarang sekali tejadi, masyarakat menganggapnya unik dan menarik.
“Menurut penjelasan dari profesor Sudibyakto (Prof. Dr. Sudibyakto,pakar iklim UGM - Red) yang pernah saya baca di sebuah literatur, penyebab terjadinya fenomena halo matahari adalah tertutupnya sinar matahari oleh partikel air yang ada di atmoster. Nah, partikel itulah yang membiaskan cahaya matahari sehingga tampak seperti cincin,” terang dirinya.
Menurut Hanung, musim hujan seperti ini sangat berpotensi terjadi fenomena halo matahari. Sebab banyak uap air naik ke atmosfer. Partikel dari uap air tersebut kemudian memantulkan cahaya matahari hingga terlihat indah.
20:43
Patung Buddha Setinggi 30 Meter Akan Dibangun di Wonogiri
WONOGIRI — Patung Sang Buddha setinggi 30 m bakal dibangun di lahan seluas 3.600 meter persegi di kawasan Museum Karst, Pracimantoro, Wonogiri.
Anggaran untuk pembangunan patung itu, yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar sudah disiapkan oleh sebuah yayasan yang menaungi umat Buddha. Pekan ini, perwakilan yayasan itu melakukan survei lokasi yang jaraknya sekitar 500 m dari museum.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Pranoto, mengatakan dengan dibangunnya kompleks ibadah umat Buddha itu, mimpi Pemkab Wonogiri untuk mengembangkan wisata religi atau dikenal dengan nama Jagat Spiritual di seputar Museum Karst semakin dekat dengan kenyataan.
”Hari Rabu [20/3] saya ke lokasi untuk survei. Ketua panitianya sendiri yang datang, Pak David, pengusaha New Armada. Bersama rombongan yayasan ada arsiteknya juga,” beber Pranoto, saat dihubungi Koran O, Jumat (22/3).
Menurutnya, konsep pembangunan dan pengelolaan bangunan patung Buddha tersebut akan sama seperti bangunan Pura tempat ibadah agama Hindu yang memakan anggaran Rp3 miliar dan telah lebih dahulu dibangun di kawasan itu. Rencananya, pihak yayasan membangun area tersebut dan setelah jadi menyerahkan pengelolaannya kepada Pemkab Wonogiri.
Pranoto menambahkan sebelum akhirnya dipastikan akan mulai dibangun tahun ini, pihak yayasan dan Pemkab harus menempuh perjalanan panjang. Pembangunan tempat ibadah yang merupakan bagian dari Jagat Spiritual Museum Karst itu harus mendapat izin dulu dari pemerintah pusat karena dibangun di kawasan karst yang dilestarikan. Selain itu, pihak Kementerian Agama Kanwil Jawa Tengah juga harus memberi restu.
”Semua proses itu sudah dipenuhi dan sekarang tinggal realisasinya. Pemkab sendiri menerima dengan baik dan akan mendukung karena ini akan jadi salah satu aset wisata,” ujar dia.
Sumber: Koran O
09:17
5. Hutan atau Alas Kethu
Obyek Wisata Alas Kethu terletak ditengah-tengah jantung Kota Wonogiri dengan panorama hutan jati, mahoni dan kayu putih seluas kurang lebih 40 Ha selain sebagai tempat wisata juga sebagai paru-paru kota Wonogiri dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang.
Alas Kethu sangat cocok untuk shoting pembuatan film dan sinetron laga, karena dekat dengan keraton Surakarta dan Mangkunegaran, selain itu akses untuk mencapai lokasi sangat mudah untuk dijangkau.
6. Air Terjun Setren
Potensi alam pegunungan menjadi salah satu sumber penghasil devisa domestik, yakni air terjun Girimanik yang berada di Desa Setren. Daerah ini bisa dikatakan menyerupai daerah Tawangmangu, Karanganyar, cuma daerah Setren belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Namun jika ditilik dari kondisi alam, keindahan dan kesejukannya sama dengan wilayah Tawangmangu yang dingin. Oleh karena itu, sejak tahun 2000, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mencoba mengembangkan wisata alam pegunungan air terjun Girimanik.
Di wisata alam Girimanik terdapat tiga air terjun, yakni air terjun Manikmoyo, air terjun Condromoyo, dan air terjun Tejomoyo. Daya tarik fisik berupa pemandangan alam pegunungan yang asri dan alami, menjadikan air terjun tersebut bisa jadi andalan pengembangan pariwisata. “Karena dilengkapi dengan Sendang Drajat dan Sendang Kanastren sehingga menjadi daya tarik tersendiri.” Wilayah Kecamatan Slogohimo dikenal oleh masyarakat sebagai penghasil buah durian. Durian dari Slogohimo sering dikirim ke Jakarta atau kota-kota besar lain. Terlebih buah durian dari Slogohimo memiliki kekhasan, yakni enak.
7 Tempat Wisata di Wonogiri
Written By Ardy on Friday, March 15, 2013 | 09:17
Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu Kabupaten terluas di wilayah SoloRaya. Terletak di sebelah selatan Kabupaten Sukoharjo, kurang lebih jaraknya 15 km. Selain terkenal dengan makanan khasnya, yaitu gaplek, Wonogiri juga mempunyai beberapa tempat wisata alam maupun ritual yang patut anda kunjungi. Berikut adalah 7 tempat wisata di Wonogiri :
1. Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 2,5 kilo
meter arah selatan kota Wonogiri. Pembuatan Waduk serba guna Gajah mungkur ini pembuatannya membutuhkan kurang lebih 5 Kecamatan pada waktu itu. Panorama alam yang asri, indah dan
sejuk dengan fasilitas Rumah Makan Apung, Keramba, Hotel, Rumah Makan
Special Ikan Bakar sangat tepat sebagai pelepas lelah dan tempat
istiharat yang nyaman bagi keluarga. Selain untuk tempat wisata, areal waduk ini juga ramai dengan pemancing dari dalam maupun luar daerah wonogiri.
Disetiap bulan-bulan tertentu di Obyek wisata Gajah Mungkur sering
diadakan event-event wisata ritual dan olah raga antara lain :
- Bulan Muharam/Suro : Jamasan Pusaka Mangkunegaran
- Bulan Syawal : Syawalan ketupat, panggung hiburan dan pentas seni budaya Reog, Tari Kethek Ogleng, Campursari dan Orkes Dangdut
2. Pantai Sembukan
Kabupaten Wonogiri merupakan satu-satunya Kabupaten/kota di wilayah Surakarta yang memiliki pantai.
Pantai Sembukan terletak di Kecamatan Paranggupito kurang lebih 40 Km arah selatan Kota Wonogiri atau 2 jam perjalanan. Pantai Sembukan terkenal sebagai pantai ritual yang ramai dikunjungi orang untuk bermeditasi dan ngalab berkah.
Pantai sembukan yang jaraknya dari Kantor Kecamatan
Parnggupito kurang lebih berjarak 3,5 km, juga pada waktu-waktu
tertentu diadakan acara larung yang juga dilanjutkan dengan acara
wayangan. Jika ingin berwisata di pantai sembukan jangan lupa membawa
kail karena disana banyak orang yang mengail mencari ikan sambil
menikmati indahnya pemandangan alam laut yang menawan. Disamping itu
juga ada tempat peribadatan yang ada di puncak gunung yang terletak
tidak jauh dari pantai Sembukan tersebut.
3. Pantai Nampu
Selain pantai sembukan, di Wonogiri juga terdapat pantai lain yang tidak kalah mempesonanya. Pantai Nampu ini sangat elok dan alami dengan hamparan pasir putih dan
pantai yang sangat panjang cocok untuk rekreasi keluarga dengan minuman
kas air kelapa muda. Jarak dari Kecamatan Paranggupito kurang lebih 15
km. disamping itu ditepi pantai juga ada sumber mata air, sehingga
apabila sehabis bermain di pantai bisa langsung mandi dengan air tawar
yang ada di dekat pantai tersebut.
4. Kahyangan
Wonogiri kaya akan wisata ritual, karena menurut sejarahnya wonogiri
didirikan oleh RM. Said (Pangeran Sambernyowo/Mangkunegoro I). Salah satu petilasan RM.Said adalah Dlepih/Khayangan yang terletak di
Kecamatan Tirtomoyo kurang lebih 25 Km arak ke selatan Kota Wonogiri,
sebagai wisata ritual banyak dikunjungi orang untuk meditasi dan ngalab
berkah pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
Wisata Ritual lainnya adalah :
Wisata Ritual lainnya adalah :
- Pemakaman Gunung Giri
- Tempat Pusaka Mangkunegaran
- Sendang Siwani
5. Hutan atau Alas Kethu
Obyek Wisata Alas Kethu terletak ditengah-tengah jantung Kota Wonogiri dengan panorama hutan jati, mahoni dan kayu putih seluas kurang lebih 40 Ha selain sebagai tempat wisata juga sebagai paru-paru kota Wonogiri dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang.
Alas Kethu sangat cocok untuk shoting pembuatan film dan sinetron laga, karena dekat dengan keraton Surakarta dan Mangkunegaran, selain itu akses untuk mencapai lokasi sangat mudah untuk dijangkau.
6. Air Terjun Setren
Air Terjun Setren merupakan obyek wisata pilihan
yang tidak kalah menariknya dengan Air Terjun Tawangmangu, terletak di
Kecamatan Slogohimo kurang lebih 30 Km arah timur Kota Wonogiri menuju
Ponorogo (Jawa Timur). Pemandangan yang masih alami dengan panorama
perbukitan dan air terjun, agrowisata sangat tepat untuk wisata kalangan
muda-mudi dan para pecinta alam.
Potensi alam pegunungan menjadi salah satu sumber penghasil devisa domestik, yakni air terjun Girimanik yang berada di Desa Setren. Daerah ini bisa dikatakan menyerupai daerah Tawangmangu, Karanganyar, cuma daerah Setren belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Namun jika ditilik dari kondisi alam, keindahan dan kesejukannya sama dengan wilayah Tawangmangu yang dingin. Oleh karena itu, sejak tahun 2000, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mencoba mengembangkan wisata alam pegunungan air terjun Girimanik.
Di wisata alam Girimanik terdapat tiga air terjun, yakni air terjun Manikmoyo, air terjun Condromoyo, dan air terjun Tejomoyo. Daya tarik fisik berupa pemandangan alam pegunungan yang asri dan alami, menjadikan air terjun tersebut bisa jadi andalan pengembangan pariwisata. “Karena dilengkapi dengan Sendang Drajat dan Sendang Kanastren sehingga menjadi daya tarik tersendiri.” Wilayah Kecamatan Slogohimo dikenal oleh masyarakat sebagai penghasil buah durian. Durian dari Slogohimo sering dikirim ke Jakarta atau kota-kota besar lain. Terlebih buah durian dari Slogohimo memiliki kekhasan, yakni enak.
7. Goa Putri Kencono
![]() |
| Gambar oleh Solopos |
Goa Putri Kencono terletak di
Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro berjarak 40 km dar kota Wonogiri.
Yang mempunyai keindahan yang sangat bagus serta unik karena mempunyai
Luas sekitar kurang lebih 1.000 m2 dan tembus pada bukit yang ada di
sebaliknya bukit. Tempat ini memiliki kelebihan berupa keindahan
stalagtit dan stalagmit. Jarak antara goa Putri Kencana dengan Kecamatan
Pracimantoro kurang lebih 9 Km.
Demikian tadi 7 tempat wisata di Wonogiri. Jika anda menginginkan wisata alam maupun wisata ritual, maka Wonogiri menjadi tujuan anda. Wisata di Wonogiri menjanjikan tempat-tempat yang masih alami dan tradisional serta pemandangan yang mempesona. Jadi jangan heran kalau anda ketagihan mengunjungi tempat-tempat tersebut.
Sumber referensi : wonogirikab.go.id
23:43
Lowongan kerja KSU Syariah an-nu penempatan Wonogiri
Written By Ardy on Thursday, March 14, 2013 | 23:43
Koperasi Serba Usaha (KSU) Syariah AN-NU
Koperasi Serba Usaha (KSU) Syariah AN-NU Sukoharjo membutuhkan Beberapa Karyawan/Karyawati untuk ditempatkan di Kantor cabang Wonogiri. Untuk posisi dan persyaratannya adalah sebagai berikut :
- MANAGER
- PEMBUKUAN
- KASIR
- MARKETING PENDANAAN
- MARKETING PEMBIAYAAN
- Pria/Wanita , maksimal 28 tahun (1)
- Pria/Wanita maksimal 28 tahun & belum menikah (2,3,4,5)
- Pendidikan minimal S1 untuk manager & D3 (2,3,4,5)
- Sanggup bekerja keras & jujur
- Diutamakan yang berdomisili di Wilayah Wonogiri
Kirim CV & Lamaran lengkap ke :
KSU SYARIAH AN-NU
Jl. Patimura No. 42 Tawangsari
Sukoharjo 57561
Sumber : lokersoloraya.com
Labels:
Lowongan Kerja,
Wonogiri
15:37
Baturetno • Batuwarno • Bulukerto • Eromoko • Girimarto • Giritontro • Giriwoyo • Jatipurno • Jatiroto • Jatisrono • Karangtengah • Kismantoro • Manyaran • Ngadirojo • Nguntoronadi • Paranggupito • Pracimantoro • Puhpelem • Purwantoro • Selogiri • Sidoharjo • Slogohimo • Tirtomoyo • Wonogiri • Wuryantoro
Sejarah Kabupaten Wonogiri
Wonogiri, adalah kabupaten di Jawa Tengah yang secara geografis Wonogiri berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Gunung Kidul di Provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya terletak di Kecamatan Wonogiri. Luas kabupaten ini 1.822,37 km² dengan populasi 1,5 juta jiwa. Kabupaten Wonogiri ini merupakan Kabupaten terluas di wilayah karesidenan Surakarta. Motto dari Kabupaten Wonogiri adalah "Sabda Sakti Nugrahaning Praja" yang melambangkan pengayoman dan kebesaran wilayah tersebut.
Sejarah Singkat Kabupaten Wonogiri
Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embrio "kerajaan kecil" di bumi Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri.
Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan
yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, yang dikemudian hari
menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk
menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden Mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri (Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.
Mulai saat itulah Nglaroh menjadi daerah yang sangat penting, yang
melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya
pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi'ul awal (Mulud) Tahun Jumakir ,
Windu Senggoro : Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila
mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei
1741 ( Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Ngalaroh telah menjadi
kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala punggawa dan
patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan
walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.
Jerih payah pengeran Samber Nyawa (Raden Mas Said) ini berakhir
dengan hasil sukses terbukti beliau dapat menjadi Adipati di
Mangkunegaran dan Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA)
Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena
berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi )
perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat
kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri
Pariwisata
Di Kabupaten Wonogiri terdapat banyak tempat wisata yang bisa
dikunjungi. Baik wisata spiritual, petualangan, wisata alam dan lain
sebagainya. Di antaranya obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, wisata Gantole.
| Bendungan Serba Guna Waduk Gajah Mungkur |
Terdapat sebuah situs bersejarah bernama "Kahyangan" di Dusun Dlepih, Tirtomoyo, yang jaraknya sekitar 47 km dari ibu kota Kabupaten Wonogiri. Dari Kota Wonogiri, pengunjung bisa naik bus dari Terminal Bus
Giriwono dan naik minibus dari dekat Ponten (dekat Kantor Badan
Pertanahan), jurusan Tirtomoyo. Dari Tirtomoyo, bisa naik angdes jurusan
Kahyangan atau Sukarjo. Sampai sekarang belum ada angdes yang bisa
masuk sampai Kahyangan, sehingga harus dilanjutkan jalan kaki sekitar 1
Km. Pengunjung berkendaraan bisa langsung sampai ke tempat parkir
Kahyangan.
Desa Taman, di mana Kahyangan berada, dulunya merupakan sentra batik tulis,
yang produknya banyak disetorkan ke Solo, untuk diproses lanjut. Banyak
warga desa yang bergerak di bidang yang berhubungan dengan batik,
baik sebagai pembatik, pembuat patron, pemasok kain mori. Akan tetapi,
seiring dengan diperkenalkannya teknik pembuatan genting press, yang
hasilnya cepat diperoleh, maka semakin lama industri batik semakin
tergeser.
Sesampai di Kahyangan, pengunjung akan mendapati goa yang terletak di atas kedung. Konon, tempat itu sebagai tempat bersemedinya Danang Suto Wijoyo,
atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan
Mataram Islam. Selain itu, terdapat pula air terjun, dan puncak
Kahyangan yang konon merupakan tempat di mana Sutowijoyo menemuai
Kanjeng Ratu Kidul, sehingga bagi yang mempercayai hal tersebut,
dilarang memakai baju yang berwarna hijau.
Tempat itu sangat ramai di malam menjelang pergantian tahun Jawa
(Bulan Suro). Banyak pendatang dari luar daerah.
Makanan Khas
Terkenal dengan Nasi Tiwul, beraneka jenis makanan khas tersedia di Wonogiri. Kacang Mede
merupakan makanan yang berasal dari biji buah Jambu Mede (Jambu Mete)
yang memang banyak terdapat di wilayah Wonogiri. Sedangkan Emping merupakan makanan yang berasal dari biji buah Melinjo.
Biji buah dikupas, lalu ditumbuk sampai berbentuk lempengan kecil.
Kedua jenis makanan ini disajikan setelah terlebih dahulu digoreng
sampai kecoklatan. Cabuk adalah makanan sejenis sambal yang berasal dari biji Wijen yang dicampur dengan bumbu masak. Berbentuk pasta, warna hitam, terbungkus daun pisang.
Juga ada makanan dari singkong yang disebut "Pindang", ini berasal dari tepung singkong yang dimasak dengan daging kambing, yang terkenal di Kecamatan Ngadirojo.
Saat pagi hari juga sering dapat dijumpai Kue Serabi di beberapa tempat
di dekat Pasar Kota Wonogiri dan tempat lainnya di berbagai kecamatan
di wilayah Wonogiri.
Makanan khas lain adalah Bakso dan Mie Ayam Wonogiri yang memiliki citarasa khas, oleh sebab itu di Jakarta
banyak sekali Tukang Bakso atau Mie Ayam dari Wonogiri. Selain itu pada
malam hari, banyak juga pedagang makanan lesehan yang tersebar
sepanjang jalan-jalan di Wonogiri, dengan beraneka jenis makanan. Pusat
jajanan khas Wonogiri ada di dekat kantor Kecamatan Selogiri, kurang
lebih 5 km dari pusat Kota Wonogiri ke arah Kota Surakarta.
| Mie Ayam Khas Wonogiri |
Sebagai tambahan tentang makanan khas yang disebut "Cabuk", akan lebih nikmat apabila disantap bersama-sama dengan "Gudangan" yaitu makanan yang berupa sayur-sayuran yang telah direbus dan dicampur dengan sambal dari cabai dan parutan kelapa.
Pemerintahan
Kabupaten Wonogiri memiliki 25 Kecamatan, yang dipimpin oleh seorang Bupati. Dan Bupati Wonogiri saat ini adalah H. Danar Rahmanto. Berikut adalah daftar 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonogiri :
Demikian adalah sejarah singkat dan sedikit pengetahuan tentang Kabupaten Wonogiri. Semoga dapat bermanfaat.
Labels:
Wonogiri















