Latest Post
Home » Posts filed under Karanganyar
Showing posts with label Karanganyar. Show all posts
Showing posts with label Karanganyar. Show all posts
20:49
Keracunan Massal di Ngringo Karena 3 Bakteri
Written By Unknown on Sunday, March 24, 2013 | 20:49
KARANGANYAR – Keracunan massal yang dialami ratusan warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar ternyata disebabkan tiga bakteri yakni staphylococcus aureus, clostridium botulinum dan escherichia coli.
Ketiga bakteri itu terdapat di tiga jenis makanan yang dihidangkan yakni bistik daging, sop galantin dan resoles. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir, mengatakan berdasarkan hasil uji laboratorium, ditemukan tiga bakteri yang terdapat di tiga jenis makanan yang dimakan para tamu undangan.
Setelah memakan hidangan itu, para tamu undangan yang mayoritas berasal dari Desa Ngringo mengalami gejala keracunan makanan seperti pusing, mual dan muntah-muntah. “Hasilnya, ditemukan tiga jenis bakteri yang terdapat di makanan yang dihidangkan,” katanya saat ditemui Koran O, Jumat (22/3).
Selain itu, berdasarkan keterangan pemilik katering, proses pengolahan makanan dilakukan tak jauh dari kandang kambing. Artinya, makanan yang diolah itu tak higienis dan tak layak dikonsumsi sehingga mengakibatkan para tamu undangan yang memakannya menderita gejala keracunan makanan.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk memberikan pembinaan kepada pemilik katering tersebut. “Koordinasi sudah dilakukan dengan DKK Solo, mereka yang berhak memberikan teguran atau sanksi kepada pemilik katering,” jelasnya.
Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan pemerintah desa terutama para kepala desa (kades) untuk mengantisipasi terulangnya kejadian seperti itu. Setiap warga yang hendak menggelar hajatan wajib meminta izin kepala desa setempat sehingga kades setempat bakal mengetahui proses pengolahan makanan yang disajikan.
Pihaknya juga meminta setiap warga yang menggelar hajatan agar menyimpan satu paket makanan. Paket makanan itu menjadi bahan investigasi bila terjadi kasus keracunan makanan. “Dalam waktu dua bulan terakhir, jumlah kasus keracunan makanan meningkat. Kondisi ini patut diwaspadai,” terangnya.
Camat Jaten, Titik Umarni, mengungkapkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian itu tak terulang lagi.
Sumber: Koran O
Ketiga bakteri itu terdapat di tiga jenis makanan yang dihidangkan yakni bistik daging, sop galantin dan resoles. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir, mengatakan berdasarkan hasil uji laboratorium, ditemukan tiga bakteri yang terdapat di tiga jenis makanan yang dimakan para tamu undangan.
Setelah memakan hidangan itu, para tamu undangan yang mayoritas berasal dari Desa Ngringo mengalami gejala keracunan makanan seperti pusing, mual dan muntah-muntah. “Hasilnya, ditemukan tiga jenis bakteri yang terdapat di makanan yang dihidangkan,” katanya saat ditemui Koran O, Jumat (22/3).
Selain itu, berdasarkan keterangan pemilik katering, proses pengolahan makanan dilakukan tak jauh dari kandang kambing. Artinya, makanan yang diolah itu tak higienis dan tak layak dikonsumsi sehingga mengakibatkan para tamu undangan yang memakannya menderita gejala keracunan makanan.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk memberikan pembinaan kepada pemilik katering tersebut. “Koordinasi sudah dilakukan dengan DKK Solo, mereka yang berhak memberikan teguran atau sanksi kepada pemilik katering,” jelasnya.
Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan pemerintah desa terutama para kepala desa (kades) untuk mengantisipasi terulangnya kejadian seperti itu. Setiap warga yang hendak menggelar hajatan wajib meminta izin kepala desa setempat sehingga kades setempat bakal mengetahui proses pengolahan makanan yang disajikan.
Pihaknya juga meminta setiap warga yang menggelar hajatan agar menyimpan satu paket makanan. Paket makanan itu menjadi bahan investigasi bila terjadi kasus keracunan makanan. “Dalam waktu dua bulan terakhir, jumlah kasus keracunan makanan meningkat. Kondisi ini patut diwaspadai,” terangnya.
Camat Jaten, Titik Umarni, mengungkapkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian itu tak terulang lagi.
Sumber: Koran O
Labels:
Karanganyar,
News
11:17
Bank Daerah Karanganyar Sumbang PAD Rp2,8 M
Written By Unknown on Monday, March 18, 2013 | 11:17
KARANGANYAR - Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Daerah Karanganyar memberikan konstribusi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangnyar senilai Rp2,8 miliar.
Sumbangan tersebut meningkat sebesar 10 persen dibanding tahun lalu yakni senilai Rp2,6 miliar. Penjelasan ini disampaikan Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito di sela-sela acara Gowes dan senam sehat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Bank Daerah Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (17/3/2013).
Menurutnya, kontribusi itu merupakan wujud partisipasi Bank Daerah Karanganyar dalam pembangunan Bumi Intanpari.
“Prestasi sebagai BPR berprestasi di tingkat nasional tetap dipertahankan. Kami juga menyetor uang senilai Rp2,8 miliar ke PAD untuk pembangunan Karanganyar,” katanya.
Total aset Bank Daerah Karanganyar hingga akhir tahun 2012 senilai Rp185 miliar. Sementara dana tabungan hingga akhir Februari senilai Rp52 miliar. Kondisi keuangan itu bakal meningkat seiring perkembangan perekonomian di Karanganyar. Selama ini, Bank Daerah Karanganyar mempunyai satu kantor pusat, satu kantor cabang dan lima kantor kas harian.
Rencananya, pihaknya bakal membangun tiga kantor kas harian di Kecamatan Tasikmadu, Jaten dan Jumantono untuk mengembangkan kredit umum terutama pengusaha mandiri.
Sementara Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, menyatakan Bank Daerah Karanganyar merupakan salah satu lembaga keuangan terbaik di wilayah Karanganyar. Selama ini, program kredit cukup membantu para pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Hal ini berimbas pada perekonomian masyarakat yang meningkat.
Di sisi lain, acara Gowes dan senam sehat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Bank Daerah Karanganyar diikuti oleh sekitar 5.000 peserta. Beberapa pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar dan anggota DPRD Karanganyar tampak ikut serta. Sebelum acara kelar, pihak panitia pelaksana melakukan pengundian berhadian dengan grand prize satu unit mobil Mitsubishi Grand Max.
Sumber: solopos
Sumbangan tersebut meningkat sebesar 10 persen dibanding tahun lalu yakni senilai Rp2,6 miliar. Penjelasan ini disampaikan Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito di sela-sela acara Gowes dan senam sehat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Bank Daerah Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (17/3/2013).
Menurutnya, kontribusi itu merupakan wujud partisipasi Bank Daerah Karanganyar dalam pembangunan Bumi Intanpari.
“Prestasi sebagai BPR berprestasi di tingkat nasional tetap dipertahankan. Kami juga menyetor uang senilai Rp2,8 miliar ke PAD untuk pembangunan Karanganyar,” katanya.
Total aset Bank Daerah Karanganyar hingga akhir tahun 2012 senilai Rp185 miliar. Sementara dana tabungan hingga akhir Februari senilai Rp52 miliar. Kondisi keuangan itu bakal meningkat seiring perkembangan perekonomian di Karanganyar. Selama ini, Bank Daerah Karanganyar mempunyai satu kantor pusat, satu kantor cabang dan lima kantor kas harian.
Rencananya, pihaknya bakal membangun tiga kantor kas harian di Kecamatan Tasikmadu, Jaten dan Jumantono untuk mengembangkan kredit umum terutama pengusaha mandiri.
Sementara Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, menyatakan Bank Daerah Karanganyar merupakan salah satu lembaga keuangan terbaik di wilayah Karanganyar. Selama ini, program kredit cukup membantu para pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Hal ini berimbas pada perekonomian masyarakat yang meningkat.
Di sisi lain, acara Gowes dan senam sehat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Bank Daerah Karanganyar diikuti oleh sekitar 5.000 peserta. Beberapa pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar dan anggota DPRD Karanganyar tampak ikut serta. Sebelum acara kelar, pihak panitia pelaksana melakukan pengundian berhadian dengan grand prize satu unit mobil Mitsubishi Grand Max.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
19:15
Lowongan kerja perbankan PT. BPR ARTA SURAKARTA - Karanganyar
Written By Ardy on Sunday, March 17, 2013 | 19:15

PT. BPR ARTA MAS SURAKARTA adalah sebuah Bank Perkreditan Rakyat yang sedang berkembang, yang saat ini mencari karyawan/karyawati dengan posisi dan persyaratan sebagai berikut :
- FUNDING OFFICER (FO)
- LENDING OFFICER (LO)
- Pria /Wanita
- Usia maksimal 25 tahun
- Pendidikan minimla SMU
- Memiliki kendaraan sendiri dan SIM C
- Domisili wilayah Kartasura , Colomadu dan Boyolali
Lamaran lengkap harap kirim ke :
PT. BPR ARTA MAS SURAKARTA (AMS)
Jl. Raya Kartasura - Boyolali Km 03
Ngasem - Colomadu , Karanganyar
Telp : (0271) 781 628
Lamaran dikirim paling lambat 2 minggu sejak iklan ini dimuat.
Sumber : lokersoloraya
Labels:
Karanganyar,
Lowongan Kerja
15:22
Baru 4 Bulan Diperbaiki, Jalan Palur-Tasikmadu Kembali Rusak Parah
Written By Unknown on Saturday, March 16, 2013 | 15:22
KARANGANYAR – Setelah diperbaiki pada akhir 2012, jalan di ruas Jl Palur-Tasikmadu rusak parah. Kerusakan terjadi di mulai perempatan Celep, Jaten, Karanganyar, hingga Pabrik Gula Tasikmadu, Karangayar. Titik terparah berada di sekitar Jembatan Jongkang yang menjadi pembatas Kecamatan Jaten dan Kecamatan Tasikmadu, Karangayar.
Selain dilewati warga dan menjadi jalur bus Putera Mulya jurusan Jumapolo, Batu Jamus dan Jatipuro, jalan tersebut juga dilewati truk-truk bertonase. Sepanjang jalan tersebut banyak berdiri pabrik-pabrik dan gudang. Pasca peristiwa kecelakaan yang dialami perawat RS Dr Oen tersebut, jalan tak kunjung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan, Sabtu (16/3/2013), sepanjang 100 meter menuju jembatan Jongkang dari arah Palur, jalan rusak parah. Bahkan, beberapa meter setelah jembatan yang memasuki Dusun Nglinggo, Buran, Tasikmadu, kondisi jalan hancur. Puluhan lubang bertebaran di badan dan punggung jalan dengan kedalaman puluhan sentimeter. Selain itu, aspal jalan banyak yang terkelupas dan retak.
Menurut seorang warga Jongkang, Tita Yulia, 21, setiap hari jalan tersebut sering dilewai truk-truk bertonase sehingga jalan menjadi cepat rusak. Sepanjang jalan tersebut, lanjut Tita, banyak berdiri pabrik-pabrik dan gudang seperti bahan bangunan, plastik dan makanan. Tita mengatakan kecelakaan tunggal sering terjadi di jalan tersebut.
“Banyak yang jatuh sendiri. Apalagi kalau yang lewat bukan warga yang tahu kondisi jalan,” kata Tita.
Menurut Kepada Desa Buran, Kuncung Sutarno, jalan tersebut telah memakan banyak korban. Menurutnya, jalan yang baru selesai dibangun akhir tahun lalu itu kondisinya rusak parah. Pasalnya, jalan itu sering dilewati truk-truk yang melebihi batas beban. Bahkan, saat malam hari banyak truk tronton yang melintas di jalan tersebut.
Sumber: solopos
Selain dilewati warga dan menjadi jalur bus Putera Mulya jurusan Jumapolo, Batu Jamus dan Jatipuro, jalan tersebut juga dilewati truk-truk bertonase. Sepanjang jalan tersebut banyak berdiri pabrik-pabrik dan gudang. Pasca peristiwa kecelakaan yang dialami perawat RS Dr Oen tersebut, jalan tak kunjung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan, Sabtu (16/3/2013), sepanjang 100 meter menuju jembatan Jongkang dari arah Palur, jalan rusak parah. Bahkan, beberapa meter setelah jembatan yang memasuki Dusun Nglinggo, Buran, Tasikmadu, kondisi jalan hancur. Puluhan lubang bertebaran di badan dan punggung jalan dengan kedalaman puluhan sentimeter. Selain itu, aspal jalan banyak yang terkelupas dan retak.
Menurut seorang warga Jongkang, Tita Yulia, 21, setiap hari jalan tersebut sering dilewai truk-truk bertonase sehingga jalan menjadi cepat rusak. Sepanjang jalan tersebut, lanjut Tita, banyak berdiri pabrik-pabrik dan gudang seperti bahan bangunan, plastik dan makanan. Tita mengatakan kecelakaan tunggal sering terjadi di jalan tersebut.
“Banyak yang jatuh sendiri. Apalagi kalau yang lewat bukan warga yang tahu kondisi jalan,” kata Tita.
Menurut Kepada Desa Buran, Kuncung Sutarno, jalan tersebut telah memakan banyak korban. Menurutnya, jalan yang baru selesai dibangun akhir tahun lalu itu kondisinya rusak parah. Pasalnya, jalan itu sering dilewati truk-truk yang melebihi batas beban. Bahkan, saat malam hari banyak truk tronton yang melintas di jalan tersebut.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
11:38
Bawang Putih Tawangmangu Belum Bisa Dijual
KARANGANYAR – Tingginya harga bawang putih di pasaran terakhir ini membuat banyak petani bawang putih di Tawangmagu masygul. Dikarenakan tanaman bawang mereka rata-rata baru berumur 1bulan.
“Sebenarnya di sentra bawang di empat desa di tawangmangu ada 50 hektare. Namun tanaman itu belum dapat dipanen karena baru berumur 1 bulan, ” tutur Camat Tawangmangu, Yopi Ekojati Wibowo saat didapati wartawan di sela-sela mengikuti acara pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Karanganyar di Hotel Lorin, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, jumat (15/3/2013 ).
Pada mulanya banyak pengusaha warung makan skala kecil di Kecamatan Colomadu mengaku bingung mengambil keputusan harga makanan yang mereka jual. Perihal itu berlangsung akibat mahalnya sebagian type bumbu dapur layaknya bawang putih, bawang merah, cabai dan seterusnya.
“Harga bawang putih mencapai Rp.50.000 lebih per kilogram, walau sebenarnya bumbu masakan saya banyak menggunakan bawang putih. Naiknya harga-harga bumbu dapur terlebih bawang putih bikin pusing kepala, ”tutur salah seorang penjual tahu kupat, Musiyem, 41, saat didapati solopos di warungnya, Paulan, Colomadu, kamis ( 14/3/2013 ).
Selanjutnya Yopi menyebutkan di Kecamatan Tawangmangu ada empat Desa sebagai sentra tanaman bawang merah serta bawang putih. Empat desa itu yaitu Gondosuli, Kalisoro, Pancot serta Tengklik.
Berdasar panenan pada mulanya bawang putih Tawangmangu yang dinilai adalah varietas baru ini berkwalitas cukup bagus. Disamping itu hasil panen yang didapatkan beberapa petani sekian waktu lantas dinilai memuaskan.
Dia menyebutkan bila tanaman bawang putih beberapa petani sekarang ini telah dapat dipanen dapat beruntung beberapa petani bawang putih di wilayahnya.
Sumber: solopos
“Sebenarnya di sentra bawang di empat desa di tawangmangu ada 50 hektare. Namun tanaman itu belum dapat dipanen karena baru berumur 1 bulan, ” tutur Camat Tawangmangu, Yopi Ekojati Wibowo saat didapati wartawan di sela-sela mengikuti acara pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Karanganyar di Hotel Lorin, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, jumat (15/3/2013 ).
Pada mulanya banyak pengusaha warung makan skala kecil di Kecamatan Colomadu mengaku bingung mengambil keputusan harga makanan yang mereka jual. Perihal itu berlangsung akibat mahalnya sebagian type bumbu dapur layaknya bawang putih, bawang merah, cabai dan seterusnya.
“Harga bawang putih mencapai Rp.50.000 lebih per kilogram, walau sebenarnya bumbu masakan saya banyak menggunakan bawang putih. Naiknya harga-harga bumbu dapur terlebih bawang putih bikin pusing kepala, ”tutur salah seorang penjual tahu kupat, Musiyem, 41, saat didapati solopos di warungnya, Paulan, Colomadu, kamis ( 14/3/2013 ).
Selanjutnya Yopi menyebutkan di Kecamatan Tawangmangu ada empat Desa sebagai sentra tanaman bawang merah serta bawang putih. Empat desa itu yaitu Gondosuli, Kalisoro, Pancot serta Tengklik.
Berdasar panenan pada mulanya bawang putih Tawangmangu yang dinilai adalah varietas baru ini berkwalitas cukup bagus. Disamping itu hasil panen yang didapatkan beberapa petani sekian waktu lantas dinilai memuaskan.
Dia menyebutkan bila tanaman bawang putih beberapa petani sekarang ini telah dapat dipanen dapat beruntung beberapa petani bawang putih di wilayahnya.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
09:35
Seekor Ular Piton Berhasil Ditangkap Warga Matesih
Written By Unknown on Friday, March 15, 2013 | 09:35
MATESIH – Seekor ular piton sepanjang 6,75 meter dengan berat sekitar 1, 5 kwintal berhasil ditangkap Wagimin bersawa warga setempat di sekitar sungai kecil di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Karaganyar, Kamis (14/3/2013) dini hari WIB. Penangkapan ular itu pun menyedot perhatian warga sekitar
Ular piton betina tersebut dimasukkan ke dalam kandang yang terbuat dari kayu berukuran 4 x 2 meter yang berada di dalam rumah Mulyono. Ular itu menjadi tontonan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong berdatangan di rumah Mulyono. Bahkan sejumlah petugas dari Mapolsek Matesih berada di lokasi untuk mengamankan situasi agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Menurut Wagimin, kala itu, dirinya hendak menuju ke rumah Mulyono yang letaknya tak jauh dari sungai kecil. Tiba-tiba, seekor ular piton melintas beberapa meter di depannya. Sontak, dia kaget karena ukuran ular itu termasuk besar.
“Saya hendak ke rumah Pak Mul [Mulyono], tiba-tiba ada ular berukuran besar lewat di depan mata saya. Saya langsung memanggil warga sekitar untuk menangkapnya,” kisahnya.
Tak berselang lama, Wagimin dibantu empat warga setempat berhasil menangkap ular piton tersebut. Ular itu langsung dimasukkan ke dalam kandang yang sebelumnya dibuat Mulyono. Menurutnya, unggas milik warga setempat kerap hilang dalam sebulan terakhir. Kemungkinan, unggas itu dimangsa oleh ular tersebut.
Sementara warga setempat, Mulyono, menuturkan warga setempat juga pernah menangkap ular piton namun berjenis kelamin jantan beberapa bulan lalu. Ia menambahkan terkait penangkapan ular yang baru ditemukan, diberi nama Selasa Kliwon. Karena penangkapannya saat hari pasaran Selasa Kliwon. Hewan itu bakal dipelihara di rumahnya untuk sementara.
“Tetap saya pelihara untuk sementara di rumah,” ujarnya.
Ular piton betina tersebut dimasukkan ke dalam kandang yang terbuat dari kayu berukuran 4 x 2 meter yang berada di dalam rumah Mulyono. Ular itu menjadi tontonan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong berdatangan di rumah Mulyono. Bahkan sejumlah petugas dari Mapolsek Matesih berada di lokasi untuk mengamankan situasi agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Menurut Wagimin, kala itu, dirinya hendak menuju ke rumah Mulyono yang letaknya tak jauh dari sungai kecil. Tiba-tiba, seekor ular piton melintas beberapa meter di depannya. Sontak, dia kaget karena ukuran ular itu termasuk besar.
“Saya hendak ke rumah Pak Mul [Mulyono], tiba-tiba ada ular berukuran besar lewat di depan mata saya. Saya langsung memanggil warga sekitar untuk menangkapnya,” kisahnya.
Tak berselang lama, Wagimin dibantu empat warga setempat berhasil menangkap ular piton tersebut. Ular itu langsung dimasukkan ke dalam kandang yang sebelumnya dibuat Mulyono. Menurutnya, unggas milik warga setempat kerap hilang dalam sebulan terakhir. Kemungkinan, unggas itu dimangsa oleh ular tersebut.
Sementara warga setempat, Mulyono, menuturkan warga setempat juga pernah menangkap ular piton namun berjenis kelamin jantan beberapa bulan lalu. Ia menambahkan terkait penangkapan ular yang baru ditemukan, diberi nama Selasa Kliwon. Karena penangkapannya saat hari pasaran Selasa Kliwon. Hewan itu bakal dipelihara di rumahnya untuk sementara.
“Tetap saya pelihara untuk sementara di rumah,” ujarnya.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
22:52
Polres Karanganyar Mutasi 3 Kapolsek
Written By Unknown on Thursday, March 14, 2013 | 22:52
KARANGANYAR – Polres Karanganyar melakukan mutasi sejumlah perwira di jajarannya. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo di Lapangan Mapolres Karanganyar, Rabu (13/3/2013).
Perwira di jajaran Polres Karanganyar yang dimutasi adalah Kapolsek Mojogedang, AKP Suyadi menjadi Kapolsek Jogonalan, Kabupaten Klaten. Posisinya diisi oleh AKP Subandi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Dalops Bagian Operasional Polres Klaten. Selain itu, Kapolsek Jenawi diisi oleh AKP Agus Setiono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Kapolsek Jenawi sebelumnya dijabat oleh AKP Sunaryo yang telah memasuki masa pensiun.
Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan para perwira tersebut harus dapat meningkatkan kinerja sesuai amanah yang diberikan. Sebagai pemimpin harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Koordinasi harus dilakukan setiap waktu untuk mencegah potensi konflik. “Pemimpin harus dapat melaksanakan tugas sesuai amanah, ini sudah kewajiban walaupun di posisi yang baru,” katanya, Rabu pagi.
Perwira di jajaran Polres Karanganyar yang dimutasi adalah Kapolsek Mojogedang, AKP Suyadi menjadi Kapolsek Jogonalan, Kabupaten Klaten. Posisinya diisi oleh AKP Subandi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Dalops Bagian Operasional Polres Klaten. Selain itu, Kapolsek Jenawi diisi oleh AKP Agus Setiono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Kapolsek Jenawi sebelumnya dijabat oleh AKP Sunaryo yang telah memasuki masa pensiun.
Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan para perwira tersebut harus dapat meningkatkan kinerja sesuai amanah yang diberikan. Sebagai pemimpin harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Koordinasi harus dilakukan setiap waktu untuk mencegah potensi konflik. “Pemimpin harus dapat melaksanakan tugas sesuai amanah, ini sudah kewajiban walaupun di posisi yang baru,” katanya, Rabu pagi.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
22:46
Lowongan kerja administrasi dan operator produksi PT. Bhakti Insan Kamil Karanganyar Maret 2013
PT. Bhakti Insan Kamil adalah Sebuah Perusahaan yang bergerak di Bidang Industri Rokok Produk Gudang Garam, yang saat ini membutuhkan Profesional Muda untuk bekerja di posisi :
Dengan syarat Sebagai berikut :
1. ADMINISTRASI PRODUKSI
- ADMINISTRASI PRODUKSI
- OPERATOR PRODUKSI SEBANYAK 5000 ORANG
1. ADMINISTRASI PRODUKSI
- Wanita
- Usia 21 – 27 Tahun
- Pendidikan min. D3
- Menguasai MS. Office ( Word, Excel, Powerpoint)
- Pekerja keras dan memiliki motivasi untuk maju
- Wanita
- Usia 18 – 35 Tahun
- Pendidikan SD, SMP, SMA
PT. Bhakti Insan Kamil (MPGG Karanganyar )
Jalan Solo – Purwodadi km 11,6 Tuban, Gondangrejo, Karanganyar
No.Telp (0271) 850 2552 Hp. 085 776 222 157
Email : pga_pt.bik2012kra@yahoo.co.id
Sumber : lokersoloraya.com
Labels:
Karanganyar,
Lowongan Kerja
22:34
DPU Karanganyar Klaim Kerusakan Jalan Karena Tanah Labil
KARANGANYAR - Mayoritas kerusakan jalan di sejumlah ruas jalan di Karanganyar disebabkan struktur tanah yang labil dan gerak. Walaupun aspal jalan diperbaiki berulang kali namun bakal bermunculan lubang jalan karena kondisi struktur tanah itu.
Penjelasakan ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto kepada Solopos, Kamis (14/3/2013). Menurutnya, kondisi struktur tanah yang labil dan gerak terdapat di jalur Gondangrejo-Purwodadi dan sebagian jalan di wilayah Colomadu. “Mau bagaimana lagi, struktur tanahnya labil jadi meskipun diaspal berkali-kali tetap saja berlubang,” ungkapnya, Kamis siang.
Jalan yang mempunyai kondisi struktur tanah labil dan gerak harus dibuat jalan beton. Jalan beton mempunyai karakter lebih kuat dibanding aspal sehingga tidak akan muncul lubang jalan.
Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya seperti genangan air dan frekuensi kendaraan bermotor terutama bertonase tinggi yang melewati jalan tersebut. “Memang ada pengaruhnya bila jalan kerap dilewati truk bertonase tinggi. Tapi kami tidak mau menyalahkan mereka karena akses perekonomian. Yang jelas, kami akan memperbaiki jalan rusak secara bertahap,” jelasnya.
Selama musim penghujan, lanjut Priharyanto, pihaknya bakal menambal jalan rusak dengan pasir dan kerikil untuk sementara. Sebab, saat ini intensitas hujan masih tinggi sehingga proyek pengaspalan jalan tak akan dilaksanakan.
Setelah memasuki musim kemarau, pihaknya akan mengaspal sejumlah titik lokasi jalan rusak seperti Colomadu, Gondangrejo, Tasikmadu dan sekitar Waduk Lalung.
Sementara Koordinator Biro Investigasi Anggaran Rakyat (BIAR) Foundation Karanganyar, Hasan Fatoni menilai pengerjaan proyek pengaspalan jalan rusak tidak maksimal. Kualitas aspal tidak sesuai dengan spesifikasi jalan yang diperbaiki. Akibatnya, aspal jalan mengelupas padahal baru saja diaspal.
Dia mencontohkan jalan Munggur-Gebyok di Mojogedang yang diaspal pada pertengahan tahun lalu. Tak sampai tiga bulan, aspal jalan tersebut mengelupas dan bermunculan lubang-lubang di pinggir jalan. Dia menuding proyek pengaspalan jalan yang dilaksanakan kontraktor hanya asal-asalan.
Penjelasakan ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto kepada Solopos, Kamis (14/3/2013). Menurutnya, kondisi struktur tanah yang labil dan gerak terdapat di jalur Gondangrejo-Purwodadi dan sebagian jalan di wilayah Colomadu. “Mau bagaimana lagi, struktur tanahnya labil jadi meskipun diaspal berkali-kali tetap saja berlubang,” ungkapnya, Kamis siang.
Jalan yang mempunyai kondisi struktur tanah labil dan gerak harus dibuat jalan beton. Jalan beton mempunyai karakter lebih kuat dibanding aspal sehingga tidak akan muncul lubang jalan.
Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya seperti genangan air dan frekuensi kendaraan bermotor terutama bertonase tinggi yang melewati jalan tersebut. “Memang ada pengaruhnya bila jalan kerap dilewati truk bertonase tinggi. Tapi kami tidak mau menyalahkan mereka karena akses perekonomian. Yang jelas, kami akan memperbaiki jalan rusak secara bertahap,” jelasnya.
Selama musim penghujan, lanjut Priharyanto, pihaknya bakal menambal jalan rusak dengan pasir dan kerikil untuk sementara. Sebab, saat ini intensitas hujan masih tinggi sehingga proyek pengaspalan jalan tak akan dilaksanakan.
Setelah memasuki musim kemarau, pihaknya akan mengaspal sejumlah titik lokasi jalan rusak seperti Colomadu, Gondangrejo, Tasikmadu dan sekitar Waduk Lalung.
Sementara Koordinator Biro Investigasi Anggaran Rakyat (BIAR) Foundation Karanganyar, Hasan Fatoni menilai pengerjaan proyek pengaspalan jalan rusak tidak maksimal. Kualitas aspal tidak sesuai dengan spesifikasi jalan yang diperbaiki. Akibatnya, aspal jalan mengelupas padahal baru saja diaspal.
Dia mencontohkan jalan Munggur-Gebyok di Mojogedang yang diaspal pada pertengahan tahun lalu. Tak sampai tiga bulan, aspal jalan tersebut mengelupas dan bermunculan lubang-lubang di pinggir jalan. Dia menuding proyek pengaspalan jalan yang dilaksanakan kontraktor hanya asal-asalan.
Sumber: solopos
Labels:
Karanganyar,
News
21:42
1. Kawedanan Wonoharjo
Sejarah Kabupaten Karanganyar
Written By Unknown on Wednesday, March 13, 2013 | 21:42
Kabupaten Karanganyar merupakan sebuah Kabupaten yang terletak persis disebelah timur Kota Solo. Mendengar namanya pasti yang ada dipikiran kalian adalah Tawangmangu. Nama tersebut adalah salah satu Kawasan Wisata Utama di Kabupaten Karanganyar. Di Lokasi tersebut terdapat sebuah Air Terjun yang biasa disebut Grojogan Sewu, yang ketinggiannya sekitar 8 meter dan terletak pada ketinggian 1.100 dibawah permukaan laut (dpl).
Sejarah Kabupaten Karanganyar
Karanganyar lahir sebagai dukuh kecil, tepatnya terjadi pada tanggal 19 April 1745 atau 16 Maulud 1670. Pencetus nama Karanganyar sendiri adalah Raden Mas Said, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Cikal bakal daerah Karanganyar berasal dari Raden Ayu Diponegoro atau Nyi Ageng Karang dengan nama kecil Raden Ayu Sulbiyah. Pada waktu itu Karanganyar menjadi sebuah dukuh kecil (badran baru) yang termasuk dalam wilayah Kasunanan Surakarta, pada saat itu pimpinan Swapraja Kasunanan Surakarta adalah Sri Pakubuwono II.
Akibat dari adanya “Perjanjian Giyanti” pada tanggal 13 Februari 1755 antara Sunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi, yang salah satu isinya adalah pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Dukuh kecil Karanganyar yang terletak di Sukowati Selatan termasuk ke dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta dan yang berkuasa pada saat itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi) pada tahun 1755-1792.
Pada tahun 1847, Sri Mangkunegara III di Kerajaannya Mangkunegaran mengadakan tatanan baru, analogi yang berlaku di Kasunanan Surakarta adalah Staatblat 1847 No.30 yang mulai berlaku pada tanggal 5 Juni 1847, yang salah satu peraturan tersebut menyatakan bahwa Karanganyar merupakan salah satu wilayah.
Pada tahun 1903 dibentuk Kabupaten Anom Kota Mangkunegaran, meliputi wilayah kota Sala bagian utara, Wanareja, Kaliyoso, dan Colomadu.Swapraja Mangkunegaran. Istilah Onderregentschap diubah menjadi regentschap atau dalam bahasa Indonesia yang berarti "Kabupaten" oleh Sri Mangkunegoro VII yang memegang pemerintahan saat itu (1916-1944), tepatnya pada tanggal 20 November 1917.
Dengan demikian, pada tanggal 20 November 1917, lahirlah Kabupaten Karanganyar dengan ibukota Karanganyar. Nama Karanganyar sendiri terbentuk dari tiga kata yang masing-masing mempunyai arti dan maksud:
Ka : Kawibawaningkang dipun gayuh (kawibawaan yang dicita- citakan).
Rang : Rangkepanipun lahir bathin pulung lan wahyunipun sampun turun temurun (rangkapnya lahir dan batin, pulung dan wahyunya turun).
Anyar : Badhe nampi perjanjian anyar/enggal winisudha jumeneng Mangkunegoro I (akan menerima perjanjian baru yang diangkat menjadi Mangkunegoro I).
Reorganisasi wilayah Kadipaten Mangkunegaran dilakukan dengan Kaputusan Sri Mangkunegara VII tentang pembentukan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Karanganyar. Pada tanggal 18 Nopember 1917 KGPAA Mangkunegara VII di Kabupaten Karanganyar melantik KRT Hardjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar.
Dalam pelantikan disampaikan pidato pengarahan oleh KGPAA Mangkunegaran VII antara lain:
- Seorang Bupati harus benar-benar menjalankan tugas dengan baik dan loyal kepada tugas pemerintahan.
- Perlu mempunyai etos kerja yang produktif (kawekelan)
- Berperilaku baik sehingga tidak mencemarkan nama keluarga dan jabatan
- Mempertahankan kebutuhan pangan para petani/rakyat desa
- Menciptakan ketentraman dan ketenangan wilayah
Dalam kurun waktu tahun 1917 sampai dengan tahun 1930 di kabupaten Karanganyar ada tiga orang Bupati yang memerintah, yaitu
- KRMT Hardjohasmoro
- RMT Sarwoko Mangoenkoesoemo
- RMT Darko Soegondo
Berdasarkan Rijksblaad Mangkoenegaran tahun 1923 no.10 Kabupaten Karanganyar dibagi menjadi tiga wilayah Kawedanan 14 Wilayah Kapanewon (Kecamatan), yaitu :
Kawedanan:
- Kawedanan KaranganyarKawedanan Karangpandan
- Kawedanan Jumapolo
Kapanewon
- Kapanewon Karanganyar
- Kapanewon Tasikmadu
- Kapanewon Jaten
- Kapanewon Kebakkramat
- Kapanewon Mojogedang
- Kapanewon Karangpandan
- Kapanewon Matesih
- Kapanewon Tawangmangu
- Kapanewon Ngargoyoso
- Kapanewon Kerjo
- Kapanewon Jumapolo
- Kapanewon Tugu
- Kapanewon Jatipuro
- Kapanewon Jatiyoso
Pada tahun 1930 Kabupaten Karanganyar dihapuskan dan secara administratif dimasukkan ke dalam wilayah Kabupaten Kota Mangkunegaran dengan maksud agar pengelolaan terhadap perkebunan-perkebunan milik Mangkunegaran lebih efisien dan efektif.
Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), daerah Karanganyar masih disebutkan sebagai Kawedanan, bagian dari Kabupaten Kota Mangkunegaran, hanya jabatan dan wilayahnya diganti dengan istilah/bahasa Jepang.
Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI
Setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, Presiden RI mengeluarkan Piagam Kedudukan yang menetapkan Sri Susuhunan Paku Buwono XII dan Sri Mangkunegara VIII, masing-masing sebagai Kepala daerah Kasunanan Surakarta dan Kepala Daerah Mangkunegaran.
Pada akhir tahun 1945 di Surakarta timbul gerakan anti Swapraja yang berkembang hingga Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, Wonogiri dan Kota Surakarta menyatakan lepas dari Pemerintah Swapraja. Hal ini mendapat tanggapan dari Pemerintah Pusat dengan terbitnya Penetapan Pemerintah No. 16/SD Tahun 1946 yang antara lain menetapkan daerah-daerah tersebut tergabung dalam Karesidenan surakarta yang dipimpin oleh seorang Residen.
Daerah Kabupaten Karanganyar terdiri dari:
1. Kawedanan Wonoharjo
- Kecamatan Gondangrejo (gabungan dari bekas Kapanewon Bonorejo dan Kaliyoso)
- Kecamatan Colomadu
2. Kawedanan Karanganyar
- Kecamatan Karanganyar
- Kecamatan Tasikmadu
- Kecamatan Jaten
- Kecamatan Kebakkramat
- Kecamatan Mojogedang
3. Kawedanan Karangpandan
- Kecamatan Karangpandan
- Kecamatan Matesih
- Kecamatan Tawangmangu
- Kecamatan Ngargoyoso
- Kecamatan Kerjo
- Kecamatan Jenawi
4. Kawedanan Jumapolo
- Kecamatan Jumapolo
- Kecamatan Jumantono
- Kecamatan Jatiyoso
- Kecamatan Jatipuro
Setelah reformasi dan pemberlakuan otonomi daerah, wilayah Kawedanan yang telah berubah sebagai wilayah Pembantu Bupati ditiadakan, sehingga sampai sekarang Kabupaten Karanganyar memiliki 17 wilayah administratif Kecamatan, yang terdiri dari 177 Desa/Kelurahan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 1998 tentang Hari Jadi Kabupaten Karanganyar, telah ditetapkan tanggal 18 November 1917 sebagai Hari Jadi Kabupaten Karanganyar, dan diperingati setiap tahunnya oleh segenap masyarakat Kabupaten Karanganyar di manapun berada.
Labels:
Karanganyar















